Keterbatasan Akses Jalan dan Jembatan, Relawan Asing Gulirkan CSR untuk Ikut Membangun di Banten Selatan

IMG_20160802_130522716SERANG, BCO – Wajar bila hingga saat ini warga di bagian Selatan Provinsi Banten belum mencicipi nikmatnya kemajuan. Bukan saja karena letaknya ada di pelosok, tetapi juga faktornya adalah tidak memadainya akses transportasi. Demikian dijelaskan Koordinator Relawan Kampung, Arief Kirdiat, usai bertemu Rano Karno di kantornya, Senin 1 Agustus 2016.

Keterbatasan akses seperti jalan dan jembatan membuat banyak masyarakat seperti di Kabupaten Pandeglang dan Lebak di bagian Selatan kesulitan menempuh pusat ekonomi, fasilitas kesehatan bahkan pendidikan. Pemerintah Provinsi Banten belum bisa mengentaskan masalah ini dalam waktu dekat, sehingga dirinya berinisiatif untuk menggalang bantuan dari luar negeri.

“Ada banyak negara yang miris melihat kondisi yang terjadi di daerah kita ini, banyak anak-anak yang bertaruh nyawa menaiki rakit untuk mencapai sekolahnya,” ujar Arif.

Ditambahkan lelaki yang mempopulerkan jembatan “Indiana Jones” di Kabupaten Lebak itu, bahwa jembatan menjadi salah satu yang paling penting saat ini untuk segera dibangun, karena masyarakat banyak yang bergantung pada fasilitas ini.

Banyaknya daerah yang belum memiliki fasilitas jembatan yang layak membuatnya kesulitan untuk menentukan lokasi, banyak permintaan dari masyarakat di berbagai daerah. Namun pilihan jatuh di daerah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, karena kondisinya yang sudah sangat darurat.

“Sangat butuh perhatian dari segala pihak untuk membangun (jembatan) baru. Di pusatkan di (Banten) Selatan guna meningkatkan proses pembangunan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Jembatan itu biasa digunakan sehari-hari oleh masyarakat untuk sekolah, ke pasar, dan aktifitas masyarakat lainnya,” imbuh Arif.

Dirinya memprediksi akan mengalami tantangan dalam membangun jembatan, karena kondisi wilayah yang tak bisa di akses oleh kendaraan roda empat.

“Kesulitannya, material harus di angkut sekian puluh kilometer karena tidak mungkin dilalui oleh kendaraan bermotor. Harapannya Pemda bisa memberikan porsi lebih besar untuk pendidikan dan infrastruktur,” tegasnya.

Saat bertemu Gubernur Banten, Senin kemarin 1 Agustus 2016, Arif juga didampingi sebanyak 25 orang perwakilan Relawan Asing dari 8 negara yang rencananya akan membantu membangun jembatan di Banten Selatan.
Selain membangun jembatan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, mereka juga rencananya akan melakukan berbagai program sosial, seperti kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemeriksaan gigi, dan pola mencuci tangan.

“Misalkan di India kita buat sanitasi disana. Kita lihat disana (Pandeglang-red) anak-anak sekolah harus menyebrang sungai pakai rakit sehingga tidak aman, terlebih saat banjir,” ujar Koordinator Relawan Afta Bakhtiyar kepada wartawan.

Dua desa di Kecamatan Panimbang, yakni Desa Mekar Jaya dan Desa Suka Resmi, akan ramai oleh para Relawan Asing hingga satu minggu ke depan untuk melakukan program Coorporate Social Responsibility (CSR). Sejumlah negara yang berpartisipasi antara lain Hongkong, India, Inggris, Kanada, Amerika, Australia, Indonesia dan Prancis, yang selain membangun jembatan, mereka juga akan mendirikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah tersebut.

“Ini bentuk program CSR kami yang ada di berbagai negara. Kami memberikan sesuatu kembali ke masyarakat. Tahun ini kita bawa ke Indonesia di Banten,” tegasnya.

Bakhtiyar yang berasal dari British Maritime Technology yang berpusat di London, Inggris ini, bekerjasama dengan Relawan Kampung untuk membangun jembatan dengan tema ‘Bridge of Hope: Connecting People, Save Lives’. (*)