Ini Kronologis Pengeroyokan Ustad Solmed di Desa Pasauran, Cinangka

USTAD MAHAL

SERANG – Aksi pengeroyokan terhadap Ustad Solmed pada Perayaan Isra Mi’raj di Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, menjadi buah bibir warga yang tinggal di sekitar Pantai Anyer hingga Pantai Carita. Secara kebetulan masjid yang menjadi lokasi acara memang berada di pinggir laut.

Ustadz Solmed, yang dijadwalkan tiba Pukul 22.00 WIB untuk memberikan ceramah agama di Masjid Al Munawaroh, Desa Pasauran, Jumat akhir pekan lalu, nyaris jadi bulan-bulanan massa, lantaran datang ke lokasi acara untuk berceramah setelah jamaah bubar.

Acara yang dimulai ba’da Isya itu semula berjalan lancar. Sejurus kemudian, ribuan jamaah dari berbagai penjuru memadati masjid yang berada di tepi Jalan Raya Anyer-Labuan tersebut. Seperti umumnya perayaan Isra Mi’raj, diawali dengan berbagai acara seremony sambil menunggu Ustad Solmed yang telah lama dinanti. Lantaran, rencana kehadirannya telah diumumkan jauh-jauh hari.

Namun hingga pukul 23.30 WIB, penceramah bernama lengkap Sholeh Mahmoed Nasution dan rombongan tak kunjung datang. Panitia berusaha menenangkan massa, dan meminta tetap bersabar. Lantaran da’i jebolan UIN Syarif Hidayatullah tak juga menunjukan batang hidungnya. Sekitar pukul 24.00, jamaah sudah hilang kesabaran. Panitia acara pun tak kuasa menahan, akhirnya jamaah bubar meninggalkan lokasi acara. Saat kursi-kursi tengah dibereskan, tiba-tiba Sedan BMW hitam yang membawa Ustad Solmed datang. Saat itulah kericuhan terjadi.

Ratusan massa yang masih berkumpul di lokasi acara mengamuk melampiaskan kekesalannya. Salah seorang tim manajemen Ustad Solmed kena jotos. Tak ayal mobil mewah Ustad Solmed pun penyok dihajar benda tumpul. Beruntung Ustad Solmed berhasil diselamatkan, dan bergegas meninggalkan lokasi kejadian.

Ketua Pemuda Desa Pasauran, Kamandanu membenarkan adanya insiden itu. Ia menjelaskan, pemukulan terhadap rombongan Ustad Solmed berawal dari kekesalan warga dan ribuan jamaah yang telah menunggu lama kedatangannya. Menurut jadwal panitia, Ustad Solmed harusnya datang Pukul 22.00 WIB namun dia datang Pukul 00.30 WIB.

“Malam itu undangan sudah pada pulang sekitar pukul 24.00 WIB. Semua kursi sudah diberesin. Saat itu Ustad Solmed datang dari arah Anyar. Pihak Ustad Solmed coba kasih penjelasan ke panitia, kalau mereka datang terlambat karena alamatnya tidak tepat. Kita kan nggak mungkin kasih alamat salah, wong kita panitianya kok,” kata Kamandanu, seperti dikutip bantenpos.co, Rabu 7 Mei 2016.

Kamandanu menambahkan, kericuhan terjadi ketika salah seorang pengawal Ustad Solmed menunjuk-nunjuk tokoh masyarakat, saat mengklarifikasi keterlambatannya. Disitulah, masyarakat tidak terima akhirnya mengamuk, yang berujung pada pemukulan pengawal Ustad Solmed serta berimbas kepada sopir dan Ustad Solmed.

“Kejadian itu nggak lama, sekitar lima menit. Ya namanya warga sudah kesal, tidak tahu lagi siapa apa yang ada disitu. Pengawal, sopir dan Ustad Solmed jadi sasaran kekesalan dan kekecewaan warga. Untungnya, ibu-ibu yang hadir pisahin warga dan rombongan Solmed, diberi pertolongan. Ustad Solmed dan sopirnya langsung masuk ke mobil, lalu pergi dari tempat itu. Kalau pengawalnya kabur naik mobil bak terbuka yang kebetulan sedang lewat dijalan,” tambahnya.

Berdasarkan keterangan warga lainnya Jumaedi, mobil Ustad Solmed tipe sedang BMW berwarna hitam sempat menjadi sasaran amuk masa. Mobil penyok karena warga menumpahkan kekesalannya dengan menggunakan benda yang ada disekitarnya.

Namun begitu, warga membantah jika mereka menggunakan senjata tajam untuk menyerang rombongan Ustad Solmed saat itu.

“Apa saja yang ada di lokasi dipakai untuk memukul-mukul mobilnya, ada yang pakai kursi, pakai batu, yang ada saja disitu. Tapi kalau isu yang beredar, warga nyerang pakai golok, parang, itu semua gak benar. Ga ada yang mempersiapkan diri kaya mau perang begitu. Ini kan jamaah pengajian, responnya juga insidental, bukan direncanakan,” jelasnya.

Ditengah kejadian tersebut, tidak ada aparat penegak hukum dan setelahnya pun tidak ada yang datang. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: bantenpos.co