Komunitas Gay dan Lesbi Menjamur di Pandeglang

LGBT

PANDEGLANG – Virus Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) akhir-akhir ini semakin menjamur dan berani terang-terangan menampakkan identitasnya di Banten. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari bebasnya keberadaan komunitas pecinta sesama jenis tersebut di Kabupaten Pandeglang, khususnya di sekitar Kecamatan Labuan dan carita.

Problematika ini seakan luput dari perhatian pemerintah dan para ulama disana. Sebab menjamurnya penyakit menyimpang ini sudah semakin merebak bebas di kalangan remaja. Komunitas LGBT yang rata-rata remaja dan pemuda dibawah usia 30-an tahun itu, seakan tak menghiraukan pandangan orang mengenai jati diri mereka yang menyukai sesama jenis itu.

Salah seorang lesbian yang berpenampilan seperti lelaki, menuturkan alasan dirinya bisa terjerumus kepada perilaku menyimpang itu. Untuk pasangan lesbi yang berpenampilan seperti lelaki, biasa disebut sebagai Buchi, sementara pasangan perempuannya biasa disebut Fame.

Seperti diungkapkan Cupi bukan nama sebenarnya. Perempuan yang tinggal di Kecamatan Cikedal itu mengaku terjerumus ke dunia gelap karena bergaul dengan komunitas yang ada di sekitar Labuan.

Berawal dari depresi akibat percintaan remaja dan permasalahan kurangnya perhatian orang tua, Cupi memilih bergaul dengan komunitas yang memuja kebebasan itu, hingga akhirnya sudah lebih dari 5 tahun ia menjadi lesbian.

“Awalnya saya gak seperti ini, dan sebenarnya juga gak mau seperti ini, tetapi kenapa sekarang susah banget untuk tertarik sama laki-laki. Ini mengalir aja karena pergaulan,” ujar Cupi.

Cupi sendiri merasa nyaman dan bebas tinggal di Labuan, karena masyarakat disana bisa menerima keberadaan mereka tanpa memandang orientasi seksualnya.

“Kalau di Labuan tidak ada yang memandang kami aneh. Semua seperti biasa saja, masyarakat dan teman-teman menerima kami apa adanya,” tutur Cupi.

Setelah wartawan Berita Banten melakukan investigasi cukup lama, diketahui ada beberapa lokasi di sekitar Kecamatan Labuan, Carita dan Panimbang yang menjadi tempat perkumpulan kaum terlaknat itu. Sejumlah tempat hiburan malam menjadi tempat subur bagi komunitas tersebut, diantaranya di Kawasan Labuan seperti di Cafe Carista, Telaga Biru (TB), Hotel Kharisma, dan Pondok Cengkar. Untuk di Kawasan Carita komunitas tersebut ramai di sekitar Pantai Pemda dan Sambolo, serta di Panimbang di Karaoke Srikandi.

Selain tempat hiburan, keberadaan pasangan sejenis juga nampak bebas di kos-kosan yang ada di sekitar Desa Teluk, Kecamatan Labuan. Pasangan gay maupun lesbi dan Transgender (banci), berbaur tinggal bersama warga tanpa ada penolakan. (*)