Di Kewadanaan Menes, Kadispar Banten Minta Ornamens Siapkan Wisata Sejarah

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten berkunjung ke Balai Budaya Kewadanaan Menes, Selasa 1 Maret 2016.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten berkunjung ke Balai Budaya Kewadanaan Menes, Selasa 1 Maret 2016.

PANDEGLANG - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Banten Eneng Nurcahyati berkunjung ke Balai Budaya Kewadanaan Menes untuk melihat progres rencana Wisata Sejarah yang dipersiapkan oleh komunitas muda Orok Menes atau Ornamens, Rabu 1 Maret 2017.

Dalam kesempatan itu, melihat foto foto sejarah yang terpampang di Balai Budaya Kewadanaan Menes sekaligus meminta kepada komunitas Ornamens untuk mempersiapkan konsep matang terkait destinasi baru berupa Wisata Sejarah di Banten, khususnya di Kabupaten Pandeglang.

“Niatan ini cukup baik dan saya memberikan apresiasi. Silakan kepada komunitas Ornamens untuk menyusun matang konsep Wisata Sejarah itu seperti apa dan kita siap mensupport pada sisi yang menjadi kewenangan kami,” ujar Eneng pada saat melihat sejumlah foto sejarah yang sudah terpampang di lokasi tersebut.

Menurut Eneng, masih banyak yang perlu dibenahi dan ini perlu kerjasama semua pihak, baik pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang, Pemprov Banten, termasuk pemerintah pusat dalam hal ini kementerian.

“Jika menjadi tempat wisata, maka perlu amenitas juga. Perlu disediakan kamar mandi yang layak, dan lainnya. Kemudian juga penataan wilayah sekitar Kewadanaan ini harus digarap bersama. Kita pada sisi kepariwisataannya bisa bantu dan tentu dinas pariwisata kabupaten. Kemudian untuk infrastruktur jalan, lahan parkir, taman, dan termasuk sisi kebudayaannya perlu digarap bersama. Silakan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, selanjutnya kami bantu di pemprov bahkan hingga ke kementerian. Siapkan saja konsepnya seperti apa,” Eneng menuturkan.

Sementara itu, Ketua Ornamens E.S Toink mengatakan, konsep Wisata Sejarah ini muncul dan mulai diresmikan oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita bersamaan ditetapkannya Kewadanaan Menes sebagai Balai Budaya pada 11 November 2016.

“Di Menes masih ada gedung bersejarah, yaitu kewadanaan ini. Sebelumnya berkondisi kumuh dan kurang terawat. Dari pada rusak karena tak dimanfaatkan untuk umum seperti eks kewadanaan di daerah lain, kami bersama elemen pemuda berinisiatif untuk memfungsikannya sebagai balai budaya dan menjadi objek wisata sejarah,” ujar Toink.

Dikatakan, di Pandeglang khsusny dan Provinsi Banten pada umunya, termasuk di sekitar wilayah Menes, banyak jejak sejarah yang perlu diinventarisasi dan dokumentasi, termasuk gambaran sejarahnya ditempatkan di satu tempat, yakni Kewadanaan Menes.

“Sudah ada 20 foto sejarah yang kita siapkan dan kami masih perlu mengumpulkan foto-foto lainnya, termasuk foto-foto Wedana dan para ulama yang telah mengukir sejarah. Ada foto-foto benda sejarah megalitikum dan bangunan sejarah yang saat ini masih ramai. Ke depannya, jika ada pengunjung yang ingin mengetahui langsung ke lokasi tertera pada foto, misalnya di Batu Tulis Muruy, kita siapkan pemandu wisata yang mendampinginya ke lokasi. Bisa ke Cihunjuran, ke batu goong, Sanghiyang Dengdek, Pulosari, dan lainnya,” Toink menuturkan.

Fathur, pengurus Ornamens lainnya membenarkan yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata bahwa untuk terwujudnya sebuah destinasi ideal berupa amenitas dan aksesibilitas yang baik, termasuk atraksi pendukung lainnya.
“Seperti halnya di Wisata Sejarah yang dipusatkan di Kewadanaan Menes ini, perlu ada kerjasama seluruh instansi dan stake holder agar rapi dan indah. Jalan sekitar lokasi Kewadanaan diaspal lagi, dibuatkan taman, halaman sebalah kiri dipavingblok agar ada tempat parkir, dan halaman sebelah kanan dipavingblokisasi untuk kebutuhan kuliner, cinderamata, dan sejenisnya. Dan yang lebih penting, sekitar Kewadanaan Menes, termasuk alun-alun Menes juga direnovasi agar tertata rapi. Para pedagang dilokalisasi di sebuah tempat yang rapi,” ujar Fathur.

Diketahui bahwa Ornamens melakukan swadaya bersama masyarakat dan didukung Bupati Pandeglang Irna Narulita untuk membersihkan dan merawat bangunan eks Kewadanaan Menes sejak Juni 2016. Dari semula kotor baik lantai maupun temboknya, kini sudah mulai bersih.

“Tahun ini ada untuk pembangunan taman dan rehabilitasi gedung Kewadanaan,” ujar Erin Febiana, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang. []