Pengamat: Pembangunan Infrastruktur di Banten Masih Buruk

Kondisi infrastruktur jalan di Bojonegara, Serang, Banten / Dok

Kondisi infrastruktur jalan di Bojonegara, Serang, Banten / Dok

LEBAK, BCO - Pengamat ekonomi dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Fallah Rangkasbitung Encep Khaerudin mengatakan Gubernur Banten mendatang harus memprioritaskan pembangunan infrastuktur guna mendorong daya saing dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Siapa pun gubernur yang akan terpilih pada pilkada 2017, harus memiliki program prioritas pembangunan infrastruktur,” kata dia di Lebak, Minggu 31 Juli 2016.

Ia menyatakan prihatin pembangunan infrastuktur Lebak dan Pandeglang masih buruk hingga menyandang status daerah tertinggal, ini harus menjadi perhatian Gubernur Banten mendatang. Gubernur Banten ke depan mengonsentrasikan pada pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, listrik, kesehatan, pendidikan juga jaringan air bersih.

Selama ini, kondisi pembangunan infrastuktur dinilai masih buruk, terutama masyarakat yang tinggal di pedalaman Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Bahkan, jika cuaca musim hujan tentu tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Untuk itu, calon gubernur mendatang harus memprioritaskan pembangunan infrastuktur sehingga dapat mendorong daya saing juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Apabila, pertumbuhan ekonomi masyarakat membaik maka kemiskinan dan pengangguran berkurang.

Selama ini, kata dia, angka kemiskinan dan pengangguran khususnya Kabupaten Lebak dan Pandeglang cukup tinggi, bahkan dua daerah tersebut menyandang daerah tertinggal. Karena itu, siapa saja calon gubernur nanti harus mampu membenahi pembangunan infrastruktur untuk mempersiapkan akses pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik,terlebih diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara (MEA).

“Kami tidak mempermasalahkan siapa saja latar belakang Gubernur Banten mendatang itu, namun yang penting mampu mensejahterakan masyarakat,” ujar dia.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi Banten harus memfokuskan pembangunan jalan dan jembatan karena dinilai sangat strategis untuk mendorong ekonomi masyarakat. Sebagian besar penduduk Banten mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan, sehingga pembangunan infrastuktur itu menjadi skala prioritas. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Harian Ekonomi NERACA