Beranda Berita Desa Ajak Warga Berhijab, Prades Mekarmanik Bagikan Ratusan Jilbab

Ajak Warga Berhijab, Prades Mekarmanik Bagikan Ratusan Jilbab

297
0
BERBAGI

BERITA BANTEN- Sebagai bentuk rasa prihatin terhadap penomena trend mengenakan jilbab yang saat ini mengalami disorientasi, Perangkat Desa Mekarmanik, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, lakukan bagi-bagi jilbab secara gratis yang berlokasi di samping Kantor Desa Mekarmanik, Sabtu (2/6/2018).

Acara yang bertemakan “Mekarmanik Berkerudung” , dihadiri oleh Camat Bojongmanik, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh agama serta tokoh pemuda setempat. Sedikitnya ada ratusan jilbab yang dibagikan kepada masyarakat di Desa tersebut.

Selain berbagi jilbab, dalam kesempatan itu, pihak Desa juga melakukan bagi-bagi santunan kepada fakir miskin dan kaum dhuafa.

Alliyudin, Kepala Desa Mekarmanik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk dakwah dalam menyiarkan kewajiban berjilbab bagi kaum hawa. Oleh karena itu kata Alliyudin, dalam kegiatan ini pihaknya lebih kepada bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya perempuan untuk menutup auratnya dengan jilbab secara syari’at

“Berjilbab bagi perempuan itu adalah wajib. Memang tidak sedikit yang berkata untuk apa berjilbab kalau kelakuannya bejat, atau tidak sedikit wanita di zaman sekarang yang menolak berjilbab dengan alasan belum siap atau jilbab hanya untuk wanita sholehah. Saya tegaskan itu pemikiran yang keliru, sebab berjilbab itu adalah kewajiban, bukan berdasarkan siap atau tidak siap,” tegas Alliyudin.

Menurut Alliyudin, ada hal yang memprihatinkan dimana saat ini fenomena berjilbab yang marak terjadi lebih kepada sebatas gaya yang mengikuti trend, bukan dijadikan sebagai kewajiban. Jilbab bukan hanya kain yang dihias-hias dan jilbab bukanlah mode yang bertujuan membuat wanita lebih cantik, justru jilbab dipakai agar wanita terlindungi dari fitnah, itulah salah satu tujuan syari’at.
“Kita tidak jarang menyaksikan perempuan yang mengenakan jilbab tetapi tidak menutup aurat. Pakaian serba ketat dan berjilbab hanya sebatas gaya saja,” katanya.

Sementara itu, Roni panitia pelaksana menambahkan, kegiatan ini digelar untuk pertama kalinya, dan warga pun sangat berantusias dengan kegiatan yang diadakan oleh pihak desa.
“Kegiatan kita ini selain berbagi jilbab secara gratis, juga dibarengi dengan kegiatan bazar pasar murah serta bagi-bagi santunan kepada kaum dhuafa,” ungkap Roni.

Sementara itu, Mela salah satu warga Desa Mekarmanik mengatakan, dirinya sangat senang dengan adanya bagi-bagi kerudung gratis ini, selain bagi-bagi kerudung dan adanya bazar serta pasar murah, ini dinilai bisa meringankan beban warga dikala harga sembako yang mulai merangkak naik.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, dan mudah-mudahan kegiatan ini berlangsung tidak kali ini saja, tapi bisa untuk kedepannya lagi,” harapnya. Monk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here