Beranda Berita Desa Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Pasirkupa

Warga Keluhkan Kerusakan Jalan Pasirkupa

220
0
BERBAGI

BERITA BANTEN,LEBAK.- Ruas jalan penghubung Kalanganyar- Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten rusak parah. Penyebab kerusakan jalan di wilayah yang tak jauh dari pusat kota itu, diduga akibat aktivitas truk pengangkut pasir di wilayah setempat.

Menurut pantauan, Sabtu (26/5/2018), kondisi jalan rusak terlihat di Kampung Pasirkupa, Desa Pasirkupa, Kecamatan Kalanganyar. Kondisi jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer tampak seperti kubangan kerbau. Warga yang melintas menggunakan sepeda motor harus ekstra hati-hati, terlebih di musim hujan jalan penuh dengan lumpur dan genangan air. Sebab, jika tidak hati-hati, tak jarang pengendara sepeda motor yang melintas terjatuh.

Salah seorang warga, Redi (35) mengaku kewalahan jika melintas di jalur tersebut. Sebab, selain berlubang dan digenangi air, jalan licin. Sehingga, pengendara harus ekstra hati-hati jika melintas.

“Mirip kubangan kerbau. Kalau repot ketika hujan turun, jalan licin. Malah, tak jarang pengendara yang terjatuh,” ucapnya.

Pihaknya berharap, pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan tersebut. Selain itu pemerintah juga harus segera menertibkan aktivitas truk pengangkut pasir dan pencucian mobil. Karena, penyebab kerusakan jalan salah satunya diakibatkan aktivitas truk tersebut.

“Apalagi jalan ini, akses utama penghubung antar kecamatan. Bisa dibilang akses menuju pusat pemerintahan di Kecamatan. Jika tidak segera diperbaiki, maka ini bisa menghambat roda perekonomian warga,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Pasirkupa, Zaenal Abidin membenarkan, kondisi jalan di wilayah rusak parah. Kondisi itu sangat dikeluhkan masyarakat.

“Terkait persoalan ini, kita sudah membahasanya, baik dengan unsur Babinsa maupun Prades,” ujarnya.

AKTIVITAS PENCUCIAN MOBIL PASIR
Menurutnya, kondisi jalan rusak disebabkan bukan hanya oleh truk pengangkut pasir, melainkan adanya rutinitas pencucian mobil untuk truk pasir tersebut.

“Sebelum berangkat mencuci, mobil ngetem di pinggir jalan. Dan tumpahan air bekas cuciannya menggenangi jalan,” terangnya.

Ia mengaku sudah memperingatkan pemilik truk agar tidak boleh mencuci mobil dibahu jalan. “Kalaupun mau mencuci, airnya jangan mengalir ke jalan. Namun  teguran tersebut mereka tidak menanggapinya,” katanya.

Sementara, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Kalanganyar, Heri Mulyadi mengatakan, pihaknya mengaku sudah merespon keluhan warganya terkait adanya kegiatan pencucian mobil truk pasir yang membasahi jalan.

“Keluhan dari warga sudah kita respon, terkait adanya kegiatan pencucian yang membasahi jalan. Kita sudah peringatkan dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk segera di tindak,” ujarnya. Ndri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here